?

Log in

EVERY BEGINNING IS DIFFICULT

> recent entries
> calendar
> friends
> My Website
> profile
> previous 20 entries

Saturday, October 3rd, 2009
11:06 pm - Agar tidak terulang lagi
Seorang ahli Seismologi di sebuah wawancara TV swasta mengungkapkan bahwa warga Indonesia harus mau hidup menyesuaikan dengan alam Indonesia yang rawan gempa. Karena tidak adanya penyesuaian itu maka tidak aneh bila banyak bangunan ambruk karena gempa sehingga menimbulkan banyak korban. Seyogyanya bangunan yang pas untuk daerah rawan gempa adalah bangunan yang terbuat dari kayu, karena kayu memiliki sifat lentur.

Memang benar, menurut penglihatan mata saya selama dua hari berada di daerah yang terkena gempa sebulan yang lalu di Garut Selatan, ternyata semua rumah yang materialnya berasal dari kayu dan bilik tidak mengalami kerusakan. Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa hal ini baru diungkapkan para ahli paska 2004 bencana di Aceh, padahal sebelum bencana besar di Aceh di Indonesia pernah terjadi banyak bencana.

Dalam 100 tahun terakhir pada periode 1901 -2000, tidak kurang dari 75 tsunami terjadi di Indonesia. Sebanyak 85 persen bencana tsunami itu atau 64 peristiwa terjadi di wilayah timur Indonesia. Bencana tsunami menyebabkan ribuan korban manusia, di antaranya adalah tsunami Flores 1992 (korban 2.100 orang), Banyuwangi 1994 (korban 238 orang), dan Biak 1996 (korban 160 orang).

4 Mei 2000 Gempa bumi 6,5 SR Sulawesi Tengah,. Korban 386 orang. 3 Juni 1994. Tsunami Banyuwangi-Jawa Timur Korban 208 orang. 12 Desember 1992 13 Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang. 19 Mei 1919 Gempa akibat ledakan. Gunung Kelud, meletus. Korban 5.115 orang. 27 Agustus 1883 Gempa akibat ledakan Gunung krakatau bersama tsunami yang ditimbulkannya meluluhlantakkan 165 desa dan kota. Selain itu, 132 kota rusak parah dan 36.417 orang menjadi korban. 15 April 1815 gempa akibat meletusnya gunung Tambora Sumbawa korban 92.000 orang. (hasil googling)

Jadi kita ini negara dengan rawan gempa tapi dengan tingkat kewaspadaan yang memprihatinkan, karena banyak terjadi bencana di Indonesia sepertinya tidak ada usaha sosialisasi mengenai penyesuaiakn kita terhadap alam kita.

Bencana memang tidak hanya melulu milik Indonesia. Negara lain pun pernah mengalaminya. Seperti di Jepang pada tahun 1923 pernah terjadi bencana besar di Kanto plain (Japan's largest plain and very densely populated) sekitar Tokyo. Pada saat itu sedang musim dingin, sehingga api sangat sering digunakan sebagai penghangat. Maka saat terjadi jishin (gempa) terjadilah kaji (kebakaran).  Korban meninggal saat itu sebanyak 100.000 orang meninggal. Lalu gempa besar juga terjadi tahun 1995 di Kobe.

Saya pernah nonton tayangan di TV bagaimana setelah terjadi banyak gempa, pemerintah jepang mensosialisasikan penanganan gempa pada rakyatnya. Di tayangan itu terlihat bagaimana setiap keluarga harus memiliki survival kit with a flashlight, a radio, a first aid kit and enough food and water. Juga mengajarkan bagaimana warga bertindak saat terjadi gempa, dan mengetahui tempat evakuasi terdekat dengan tempat tinggal mereka. Dan tentunya guidance pembangunan  bangunan yang disesuaikan dengan alam Jepang.

Memang tidak anehlah kalo Jepang selalu dilanda gempa tektonik, tapi rasa2nya baru setelah bencana tsunami saya tahu kalo ternyata Indonesia juga terletak di daerah rawan gempa. Bedanya dengan Jepang, karena bencana di sana sudah sering terjadi dari jaman baheula, jadi penduduknya pada giat, udah ga kaget lagi kali yaa. Makanya mereka ngejaga alamnya dan hidup sesuai dengan alam. Kalo kita ya itu, mungkin karena baru sekarang2 ini terjadi banyak gempa besar jadi baru sadar bahwa kita hidup di negara rawan gempa. Untuk itu sosialisasi dan edukasi gempa dari para ahli selayaknya dilakukan untuk meminimalisir korban gempa. Ilmu pergempaan ini tentu saja tidak hanya melulu milik para ahli. Tidak ada kata terlambat sebenarnya bila kita tidak ingin setiap bencana menelan banyak korban selalu berulang berulang dan berulang lagi di negara kita.

(comment on this)

Thursday, October 1st, 2009
4:10 am - Gempa, Belajar dari Bantul
Baru saja minggu kemarin saya mendengar cerita Teh Ena tentang gempa, di mana saat gempa terjadi ia melihat tanah yang ia pijak terbelah, kulah-kulah (kolam-kolam ikan) seperti air mendidih. Anaknya tertiban pecahan genteng sehingga menderita luka-luka, serta cerita kepanikannya dan tetangganya ketika berhamburan ke luar rumah mencari tempat yang aman.

"Selama ini saya yang jadi penonton tayangan gempa di TV. Siapa sangka ternyata saya dan keluarga malah sekarang yang menjadi korban gempa." Katanya dengan suara sedih ketika saya mengunjungi rumah pengungsiannya minggu lalu di sebuah kecamatan Garut Selatan.

Kini gempa kembali mengguncang Indonesia. Kali ini saudara-saudara kita yang tinggal di pulau Sumatra yang merasakannya. Jumlah korban yang terakhir yang saya dengar sebanyak 400 orang lebih meninggal dunia.

Beberapa malam yang lalu saya sempat melihat video di youtube detik-detik gempa menghajar bagian selatan Yogyakarta (Parangtritis Bantul) tahun 2006. Saya merinding menontonnya. Terbayang saat itu saya berada di sana, berlari panik bersama ratusan tetangga yang pastinya sudah tidak saya kenali lagi karena saya sibuk menyelamatkan diri sendiri.

Dan pasti masih teringat di benak kita gempa tiba2 di hari libur pagi yang indah di Aceh tahun 2004. Ratusan ribu orang meninggal seketika.

Potensi gempa di Indonesia memang terbilang besar, sebab berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak. Daerah rawan gempa tersebut membentang di sepanjang batas lempeng tektonik Australia dengan Asia, lempeng Asia dengan Pasifik dari timur hingga barat Sumatera sampai selatan Jawa, Nusa Tenggara, serta Banda.

Kemudian interaksi lempeng India-Australia, Eurasia dan Pasifik yang bertemu di Banda serta pertemuan lempeng Pasifik-Asia di Sulawesi dan Halmahera. Terjadinya gempa juga berkaitan dengan sesar aktif. Di antaranya sesar Sumatera, sesar Palu, atau sesar di yang berada di Papua. Ada juga sesar yang lebih kecil di Jawa seperti sesar Cimandiri, Jawa Barat.(Badan Geologi Departemen ESDM).

Bencana gempa bumi, banjir, longsor dan bencana2 lainnya seakan sudah menjadi jadual tetap yang selalu terjadi di negari ini. Seolah2 daerah yang lain tinggal menunggu giliran saja. Bisa dibilang secara ekstrim kalo negeri kita ini negeri horror. Bagaimana ga horror? Bencana selalu ada di mana2, tapi seakan2 kita tidak pernah belajar dari semua yang pernah terjadi: sistem penanganan bencana masih compang camping (terutama dalam pendistribusian bantuan, penanganan tanggap darurat dan paska gempa). Rakyat Indonesia juga masih belum berubah (ingat lagunya Ebit G Ade, kan?). Bencana di Bantul 3 tahun yang lalu bisa dijadikan pelajaran buat daerah lain yang terkena bencana.

Data tanggal 1 Juni 2006 dari Posko Satka Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Bantul menunjukkan, korban tewas di kabupaten ini mencapai 3.789, luka parah 8.673, dan luka ringan 6.843. Rumah rusak berat, ambruk atau rata dengan tanah sebanyak 15.089 unit, dan rumah rusak ringan 11.644. Tapi karena peran bupatinya yang berhasil menyemangati rakyatnya supaya bsia bekerja keras, akhirnya Bantul bisa bangkit dalam waktu satu tahun, padahal diperkirakan Bantul bisa normal kembali, karena kondisinya yang rusak berat, dalam waktu 10 tahun.

Untuk membangkitkan kembali Bantul, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai lagi bekerja, termasuk para petani. ''Jangan sampai kita mengalami gagal panen padi atau bawang (dua komoditi andalan Bantul). Kalau sampai gagal panen atau sawah-sawah puso karena tak terurus, kita bukannya bangkit, tapi akan lebih parah lagi.'' Begitu kata beliau. Selain itu, tata ekonomi dan perekonomian warga Bantul, juga segera berjalan. Karena itu, para pedagang diminta membuka tokonya masing-masing, meski para pedagang di pasar tradisional harus menggelar dagangan mereka di tenda-tenda darurat. (bantulkab.go.id)

Saat terjadi gempa, sang Bupati selalu memutakhirkan data kebutuhan logistik, medis, dan perbaikan kerusakan. Langkah dimaksudkan agar bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran, juga mengingatkan bawahannya agar jangan coba-coba 'bermain' kesempatan dalam kesempitan.

Yang penting para pemimpin di Indonesia, baik pemimpin setingkat RT, RW, lurah, camat, bupati, ghubernur sampe presiden, juga para guru dan tentunya para motivator beneran bisa jadi motivator bagi rakyatnya. Budayakan sikap kuat mental manakala terjadi bencana, karena kepanikan juga bisa tambah memperburuk keadaan.

Mudah2an saudara2 kita yang terkena musibah diberikan kekuatan jiwa dalam menjalani musibah ini. Dan manajemen gempa di Sumbar bisa dilakukan dengan cepat dan baik. Aamin.

(comment on this)

Tuesday, September 29th, 2009
6:16 am - Casing itu Apa Adanya, Sinyal itu Karunia Tuhan
Baban Sarbana April 27 at 9:56am
Pulang lebih cepat, membuat saya agak lapang berdiri di gerbong paling belakang kereta ekonomi Pondok Cina 13 Bogor. Di depan saya, 5 bangku diduduki oleh 1 ibu-ibu, 1 orang wanita muda, 2 bapak-bapak (tepatnya kakek) dan 1 lagi seorang anak muda berbaju koko.

Di samping saya, seorang kakek, mungkin usianya lebih dari 70-an, berdiri, sambil saya lihat, kakinya agak gemetaran. Mungkin sudah tak kuat berdiri. Kakek yang berdiri itu persis berada di depan anak muda berbaju koko tipis serta si wanita muda. Anak muda berbaju koko itu sibuk, tenggelam dalam koran yang dibacanya. Tapi, sesekali dia melihat ke depan, dan saya yakin dia menyadari ada seorang kakek yang sedang berdiri gemetaran.

Sementara si wanita muda, tertidur dengan kepala menyandar ke belakang.

Saya melirik lagi si Kakek yang berdiri gemetaran. Kasihan juga. Kalau ibu-ibu yaw ajar tak memberikan tempat, 2 bapak-bapak juga wajar, karena tempat duduknya agak jauh. Tapi.. anak muda berbaju koko yang tenggelam membaca Koran itu, apa tidak melihat ada orang tua yang butuh tempat duduk?

Ketika kereta berjalan mendekat ke stasiun Depok Baru, tiba-tiba si wanita muda yang tertidur tadi bangun. Dan, langsung melihat ke kakek di depannya yang berdiri. Si wanita muda itu kemudian berkata ke si kakek..

1cPak.. gantian nih tempat duduknya 26 1d Sambil berdiri, dia menuntun si Kakek yang tadinya berdiri untuk duduk di kursinya, persis di samping anak muda berbaju koko. Anak muda itu melihat si kakek tanpa ekspresi, seperti tak terjadi apa-apa.

Saya surprise bahwa si wanita muda itu, yang tadinya tak menyadari bahwa ada kakek yang berdiri di depannya, karena tertidur, yang bangun dan mempersilahkan untuk duduk; ketimbang si anak muda berbaju koko yang sebenarnya dari tadi sudah melihat si kakek yang berdiri gemetaran.

Saya surprise, si wanita muda itu 18casingnya 19 tak menunjukkan sebagai seorang yang berbuat baik seperti itu, tapi mungkin Allah mengirimkan 18sinyal 19 kepadanya untuk mendapatkan pahala.

Saya surprise, si anak muda berbaju koko itu 18casingnya 19 menunjukkan sebagai seorang yang mudah menolong, akan tetapi Allah tak mengirim 18sinyal 19 untuk menolong.

Casing memang tak bisa diubah, karena itu adalah kita apa adanya. Tapi, sinyal berhubungan dengan peluang, tak semua orang bisa memilikinya. Karena Allah yang mengaturnya

(comment on this)

6:13 am - Rezeki Untuk Pemarah

Baban Sarbana April 21 at 3:37pm
Hari Minggu kemarin, saya berada di rumah mertua. Siang hari pulang sendirian ke Ciapus, karena Naya, puteri saya akan mengikuti karnaval Kartini-an di Tanjung Priok. Saya memilih pulang menggunakan kereta api, karena biasanya tak sesak kalau hari Minggu.

Dari Terminal Tanjung Priok, saya menggunakan angkutan umum no.15. Saya duduk di depan. Supirnya bertato. Logatnya menunjukkan kalau dia berasal dari salah satu suku di Sumatera. Lumayan lama menunggu sebelum akhirnya penumpang penuh. Maka, berangkatlah mobil menuju stasiun Kota.

Beberapa saat kemudian,

1cKiri Bang 26 1d salah seorang penumpang berteriak, karena akan turun.

1cIya De, bentar.. 1d Bang Supir meminggirkan mobilnya.

Seorang penumpang turun. Sudah lumayan berumur.

1cNih Bang 1d dia menyodorkan uang Rp 1.000.

1cKurang Bu 26 1d kata Bang Supir

1cDeket Bang 26 1d kata Ibu tadi, tak menggubris komplain dari Bang Supir. Ibu itu langsung berbalik dan pergi menjauh dari mobil.

1cKalau ngga punya duit, ngga usah naik mobil, jalan kaki aja 26 1d kata Bang Supir, melihat Ibu tadi sambil memutar mobilnya bergerak kembali. Mobil melaju.

Beberapa saat kemudian, ada lagi penumpang yang mau turun. Kali ini 2 orang ABG.

1cIni ongkosnya Bang.. 1d salah seorang menyorkan uang Rp 2.000 untuk ongkos berdua.

Belum sempat Bang Supir protes, ABG itu sudah ngacir duluan.

Kali ini, keluarlah kosa kata kebun binatang dan alam ghaib dari mulut Bang Supir. Heran dia melihat penumpangnya berperilaku seperti itu. Tengah hari yang terik dengan tindakan yang mengesalkan seperti itu dari penumpang, tentu stimulus yang sempurna untuk memicu kemarahan. Apalagi Bang Supir ini sepertinya sumbu pendek.

Setelah menyumpah serapah dengan kosa kata kebun binatang dan alam ghaibnya, Bang Supir membawa mobilnya melaju kembali. Saya hanya melirik saja. Tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hati, saya niat aja, ngasih ongkos uang 10.000-an dan pasrah berapa pun kembaliannya. Daripada bikin dia marah lagi, dan yang doa khan ngga cuma dia yang marah, tapi bisa jadi kita juga yang bikin dia emosi?

Setelah mobil melaju, ada lagi penumpang yang turun. Kali ini seorang Ibu yang menggendong anaknya yang masih kecil.

Begitu ada di samping saya, dekat jendela mobil, dia memberikan uang ke Bang Supir.

1cBang.. ngga ada uang lagi, maaf ya 26 1d kata ibu itu. Mungkin ibu tadi sudah mendengar kalau Bang Supir marah-marah, makanya mending dia minta maaf duluan.

Bang Supir ngga menjawab. Tapi mukanya ditekuk, alias sebenarnya dia kesel juga.
Mobil kembali melaju. Dan semakin dekat dengan stasiun kota. Ketika sampai, seperti janji di hati saya, maka saya berikan uang 10.000 dan kembaliannya Rp. 6.500. Pas. Memang uang saya lagi tiris juga soalnya.

Tapi, saya tak lantas melanjutkan perjalanan, malah diam memperhatikan seorang Bapak yang juga memberikan ongkos ke Bang Supir.

1cBang.. ini ongkosnya. Kembaliannya ambil buat Abang.. jangan marah-marah melulu ya 26 sabar 26 rezeki ngga kemana 26 1d

Bapak tadi menyerahkan uang Rp 10.000 tanpa meminta kembalian. Kalau dihitung-hitung, kekurangan ongkos dari para penumpang tadi, tertutup jumlahnya oleh kebaikan si Bapak.

Saya tertegun sejenak. Hebat juga Bapak tadi, bisa mengambil peluang berbuat baik dengan memberikan uang sekaligus meredakan amarah Bang Supir. Sayangnya, saya tak menangkap peluang itu, hanya jadi penonton saja. Semoga lain waktu ada kesempatan.

(comment on this)

Wednesday, March 25th, 2009
12:46 am - Bisa siaran sendiri looh
Tadi pagi denger delta bentar. trus oom farhan ngasih tau kalo skrg delta bisa dinikmati via IP TV. waaah terdengar menarik sekaliiiii.

Gara2 siaran pake IP TV ini, pendengar radio delta jadi bisa mendengar dan melihat apa yang sedang terjadi di studio delta via internet. waah tadi ada tuh yang dari LN jadi bisa interaktif langsung liat penyiar dan bintang tamu delta. sayang euy daku ga bsia akses di rumah. yaa mduah2an suatu hari bisa onl at home euy, spy bisa banyak nulis nih...

ternyata softwarenya harus di download dulu di sini
http://www.indline.com/ kita juga bsia loh siaran sendri dengan menggunakan IPTV ini...
yaah mudah2an siapa tau suatu hari daku bisa on air via IP TV hehehe

(comment on this)

Tuesday, March 10th, 2009
2:30 am - @ acara ultah KFB

Hari senin lalu akhirnya daku dengan rasa percaya diri yang melewati garis normal, heheh, datang ke acara ultah and worlshop KFB (komunirtas fotografi bogor). Gmn ga over, wong saya ini log potografer HP tapi nekad datang ke ajangnya para potografer hebat. Yah, sekedar ingin mengetahui sesuatu yang baru karena di acara itu ada workshop tentang lighting dan juga...uji nyali hehehheh.

Gytha sang tuan rumah mengawali acara yang dihadiri 23 pencinta poto memoto ini (minus satu ya, saya cmn pencinta gambar keren ajah) dengan tampil sebagai pemateri tentang pencahayaan.

Selama gyhta bicara, saya berusaha mencerna apa itu continues light, apa itu sisir madu (honey comb), soft box,. dll. Karena kebetulan saat presentasi tidak disertakan gambarnya. Tapi begitumasuk studio, yah akhirnya daku tau. Sebernya pernah juga liat lampu2 itu kalo masuk studio poto, cmn gfa pernah tau apa itu namanya. Yah lumayan jadi tau tentang bayangan soft and hard. memang ada sesi di mana para peserta workshop bisa praktek bagaimana memoto model dengan pencahayaan sesuai dengan yang kita harapkan (man, nyesel loh ga dateng! hehehhe)

Poto2nya ada di 

marina's

(comment on this)

Wednesday, March 4th, 2009
10:15 pm - Kalimat positif untuk Otak bawah sadar kita
Sering kita mengalami sering lupa atau pun kita jumpai ponakan, murid ataupun anak kita yang suka lupa bila kita ingakan dengn kata "Jangan" "don't" "ulah" dll

Waktu saya masih ngajar di skula, rekan kerja saya, mbak Eva, sering banget ngingetin daku supaya ga pake kata "don't" ke murid2.  Lah, ujung2nya ga saya ga murid suka lupa deeeh.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena ternyata otak bawah sadar kita memang tidak mengenal kata-kata negatif. Maka dari itulah sebaiknya kita gunakan kalimat positip dalam mengingatkan putra putri kita. Dengan begitu diharapkan otaknya pun selalu dipenuhi dengan kata2 postip dan pikiran2 positip pula. tul ga?

(comment on this)

9:52 pm - Help Me is Minta Tolong
"Hari ini hidup memang susah,tp jangan berhenti menolong orang."
Kalimat di atas diucapkan pada akhir acara TV 'Minta Tolong'

Dari 141 penjahit yg dimintai tolong,akhirnya anak kecil yg miskin itu ditolong seorang ibu penjahit miskin.. Dari sekian byk orang yg ia jumpai,wanita miskin itu ditolong sorang ibu miskin yg punya sebungkus nasi. Padahal mereka orang miskin,tp hati mereka begitu kaya..T_T

Dari sekian orang yang ia minta tolong, akhirnya yang menolong adlah seorang ibu penjual mie ayam. Saat ia sedang mendorong gerobaknya sendirian menjelang malam, anak kecil yang mendapat tugas mencari penolong ini dengan segera dibantunya. Ga hanya dikasih uang aja tapi si ibu juga mengantarkan si anak ini ke toko membeli baju seragam, setelah itu dia kembali ke gerobak dan membuatkan mie ayam buat si anak...

Saat si anak itu meminta tolong pada seorang bapak yang sedang nonton acara "minta tolong", tapi teryata.....memang sulit ya menggugah hati...
Entah itu kalo diriku yang dimintai tolong. Apakah sama dengan ratusan orang yang ditemui oleh orang yang minta tolong?

(comment on this)

Thursday, February 26th, 2009
9:49 pm - Wanita pendorong gerobak
Hari ini adalah hari yang bersejarah buat temen saya. Semalem tiba2 saja my friend kirim sms:" Teh, doakan ya, aku bsk mau jualan bubur keliling. mengalahkan rasa malu itu ternyata buerat banget."

Entah apa motif dibalik jualan buburnya ini. Apakah sekedar uji nyali atau memang temenku ini ingin mandiri, membiayai dirinya sendiri yang saat ini masih kuliah.

Terus terang daku salut ma tipe orang seperti ini. Apalgi dia cewek. Duh kebayang kalo itu aku, pasti berat banget menjalani hari ini...

Dulu waktu di malang juga daku suka bertemu dengan wonder women seperti temanku ini. Ada ibu2 penjual jamu keliling memakai gerobak. Beliau ini jualan dari pagi sampe malem. Kelelahan memang sering terlihat di wajahnya. tapi dengan hati riang gembira dia tampakkan di antara wajah lelah itu ketika dia harus melayani para pelanggan. Sayang, hingga saat ini daku tidak bisa mengabadikan beliau dalam suatu tulisan..

Beberapa hari yang lalu, saya nonton acara MInta Tolong. Seperti biasa, yang menolong adalah orang2 yang ga punya.. Nah di acara yang saya tonton ini, kali itu yang menolong adlah seorang ibu penjual mie ayam. Saat beliau sedang mendorong gerobaknya sendirian menjelang malam, anak kecil yang mendapat tugas mencari penolong ini dengan segera dibantunya. Ga hanya dikasih uang aja tapi si ibu juga mengantarkan si anak ini ke toko membeli baju seragam, setelah itu dia kembali ke gerobak dn membuatkan mie ayam buat si anak...

Begitu banyak wanita tegar yang saya jumpai. Mudah2an sedikit cerita wanita tegar pendorong gerobak di atas, sedikit memberikan dukungan buat teman sekaligus adikku yang sedang berjuang hari ini.... i am proud of you may sister...

(comment on this)

Monday, January 19th, 2009
5:06 am - You raise me up. Minta Tolong
Hari ini hidup memang susah,tp jangan berhenti menolong orang. Kalimat di atas diucapkan pada akhir 'minta tolong' Dari 141 penjahit yg dimintai tolong,akhirnya anak kecil yg miskin itu ditolong seorang ibu pjahit miskin.. Dari sekian byk orang yg ia jumpai,wanita miskin itu ditolong sorang ibu miskin yg punya sebungkus nasi. Padahal mereka orang miskin,tp hati mereka begitu kaya..T_T

(comment on this)

Tuesday, January 6th, 2009
8:11 pm - Iseng, bakat atau emang ga ada kerjaan
Kalo kita ingin tau apakah punya bakat jadi penyiar atau berakting, ngisengin temen lewat telepon ternyata bisa juga jadi acuan untuk melihat bakat itu. hehheheh

Beberapa hari yang lalu ketika terkapar karena terkena penyakit bronkhitis, saya buka buku telepon jadul saya. Saya coba dial nomor hp temen2 yang saya anggap dekat, ternyata beberapa masih aktif. Mulailah saya berakting dengan mengaku sebagai penyiar radio delta fm, radio megaswara dan minta temen saya itu siap2 untuk on air sebagai nara sumber.  saya juga berpura2 jadi pegawai bank niaga, bank bukopin minta supaya mereka datang untuk wawabcara (ini asya tau korban lagi nyari kerja) atau saya nawaran produk bank.  Juga saya pura2 jadi petugas kepolisian, minta seorang teman datang ke kantor polisi hhihihihi.

Ternyata hampir semua yang saya telepon bisa saya kibulin!!! hihihihi tega banget ya. Malah ada yang sampe sekarang ga tau itu yang nelepon teh temen lamanya. Yah mungkin karena udah lama ga ketemu, jadi mereka masih ga engeh juga kalo itu teh si tukang iseng yang nelepon.

Lucu juga dan saya jadi belajar bagaimana respon teman2 menerima telepon surprised dari orang yang ga mereka kenal, kek diminta on air lah jam 12-an dll. Ternyata dari sekianteman ada juga ya yang galak. Diriku jadi ga tahan buat ketawa. Waktu itu saya ngaku dari bank niaga menawarkan produk. Dia kesel, trus, "IIIH CEREWET BENGET SEEEG!!!" hahahhaa. Untung aja dia langsung ngeh kalo dia lagi dikerjain ma seorang teman, jadi akhirnya ketika akhirnya dia tau itu adalah daku....jadi ketawa barengan... hahahahah.

Ih, malah ada juga ya yang ga tau nama daku. Seperti temen di Malang,waktu aku ngaku sebagai petugas kepolisian, ketika dia nanya tar di kantor kepolisian harus menghadap siapa, saya bilang ketemu Bu iswanti. EEh doi masih ga ngeh juga itu teh lagi dikerjain hihihi. Maklumlah daku kan di malang ngetobnya bernama Mbak Teteh heheheh.

Jadi dari aksi iseng ini, ada temen yang berkomentar kalo saya teh katanya pantes jadi penyiar dan berakting hehehhehe. Tapi benernya mah ternyata saya bisa menilhatd iri saya teh ternyata memang orang yang berbakat jadi orang iseng ya? Tapi keisengan ini bermula dari karena saya ingin silaturahim dengan temen2 lama.  Ga asik dong kalo saya langsung aja ngasih tau mereka kalo yang nelepon itu diriku....tul ga?

(comment on this)

Sunday, December 14th, 2008
8:44 am - Ati2 jaga kesehatan ah!
Kesejahteraan suatu bangsa mungkin bisa dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan perkapita serta angka harapan hidup warga negaranya.

Pada tahun 1990 usia harapan hidup penduduk indonesia berkisar pada umur 62 tahun. Sedangkan Malaysia di atas usia 70 tahun. INi berarti rata2 penduduk Indonesia menutup masa hidupnya pada usia 62 tahun sedangkan Malaysia usia 70 taun. Jika kita liat kebelakang, ternyata bangsa China pada masa pemerintahan kaisar kuning (Huang Ti Neicing/ huaa nulisnya lupa) memeiliki penduduk dengan life span yang lebih lama, lebih dari 100 tahun! Apakah yang mendasari lamanya usia hidup suatu bangsa?

Menurut saya, yang pasti kualitas hidup penduduk dipengaruhi oleh gaya hidup serta lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Bangsa China pada masa itu selalu hidup harmonis dengan alam. Mereka menyusaikan hidupnya dengan alam, misalnya:  tidur cepat di malam hari dan bangun cepat di pagi hari ,tidak menantang alam (ga nantangin angin contohnya), menjauhkan diri dari stress (terutama yang namnya TBC :D), dan yang pasti udara di sekitar mereka masih bagus untuk dihirup.

Bandingkan dengan kita. Kita terlalu banyak stress (susah tawakal), makan ga bener, istirahat kacau, tidur suka begadang, bangun tidur suka siang, dan kualitas udara kita penuh dengan polusi!

Pengalaman saya yang sehari-hari harus mondar mandir turun naik kendaraan umum dan tentu saja selalu menghirup gas sisa pembakaran baik dari asap kendaraan bermotor maupun asap rokok yang selalu mengepul di kendaraan umum merasakan penurunan fungsi paru2, yaitu dengan mudahnya saya terserang batuk. Saya juga sering khawatir dengan para pengendara motor tanpa masker yang selalu menghirup gas2 beracun itu...

Sebagai gambaran, CO (karbon monoksida) gas sisa pembakaran ini memiliki daya afinitas (daya ikat) yang sangat kuat (beberapa ratus kali) terhadap haem (bagian dari zat merah darah:haemoglobin) yang fungsinya mengikat O2 di paru2. Olehkarena itu bila udara kita penuh dengan CO, maka jumlah Co di paru-paru bisa lebih banyak dari O2, karena O2 kalah dalam mengikat Hb. CO jadi menganti O2 dan dapat membentuk senyawa mantap, artinya Hb tidak dapat melepaskan CO, lalu CO dibawa ke jarinngan2 tubuh sehingga organ2 menjadi kekurangan O2.

Asap sisa pembakaran juga merupakan zat karsinogen, yaitu zat pencetus kanker. Zat karsinogen dapat mengubah sel sehingga sel itu dapat berlipat ganda terlalu cepat. Awalnya bisa terjadi tumor. Tumor ini bila sudah bermetastasis (menyebar) maka akan menjadi tumor ganas atau kanker. Terjadinya metastasis ini dikarenakan sel T pembantu kita yang merupakan bala tentara tubuh kita tidak merespon.  Lazimnya setiap benda asing yang muncul akan dihancurkan, tapi pada kasus kanker tidak memicu sistem kekebalan tubuh kita ini.

Untuk mencegah terjadi bahaya dari zat sisa pembakaran yang merupakan radikal bebas ini, para ahli kesehatan menyarankan untuk menkonsumsi antioksidan setiap hari. Banyak orang yang mengira antioksidan ini mahal, padahal  teh dan kacang kedelai merupakan antioksidan yang murah yang mudah kita dapati.

Saya sangat berharap adanya kesadaran masyarakat akan bahayanya zat sisa pembakaran ini. Ga hanya ada pada rokok atau asap kendaraan bermotor, tapi juga pada makanan yang suka kita bakar dalam cara pengolahannya...


(comment on this)

8:44 am - Ati2 jaga kesehatan ah!
Kesejahteraan suatu bangsa mungkin bisa dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan perkapita serta angka harapan hidup warga negaranya.

Pada tahun 1990 usia harapan hidup penduduk indonesia berkisar pada umur 62 tahun. Sedangkan Malaysia di atas usia 70 tahun. INi berarti rata2 penduduk Indonesia menutup masa hidupnya pada usia 62 tahun sedangkan Malaysia usia 70 taun. Jika kita liat kebelakang, ternyata bangsa China pada masa pemerintahan kaisar kuning (Huang Ti Neicing/ huaa nulisnya lupa) memeiliki penduduk dengan life span yang lebih lama, lebih dari 100 tahun! Apakah yang mendasari lamanya usia hidup suatu bangsa?

Menurut saya, yang pasti kualitas hidup penduduk dipengaruhi oleh gaya hidup serta lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Bangsa China pada masa itu selalu hidup harmonis dengan alam. Mereka menyusaikan hidupnya dengan alam, misalnya:  tidur cepat di malam hari dan bangun cepat di pagi hari ,tidak menantang alam (ga nantangin angin contohnya), menjauhkan diri dari stress (terutama yang namnya TBC :D), dan yang pasti udara di sekitar mereka masih bagus untuk dihirup.

Bandingkan dengan kita. Kita terlalu banyak stress (susah tawakal), makan ga bener, istirahat kacau, tidur suka begadang, bangun tidur suka siang, dan kualitas udara kita penuh dengan polusi!

Pengalaman saya yang sehari-hari harus mondar mandir turun naik kendaraan umum dan tentu saja selalu menghirup gas sisa pembakaran baik dari asap kendaraan bermotor maupun asap rokok yang selalu mengepul di kendaraan umum merasakan penurunan fungsi paru2, yaitu dengan mudahnya saya terserang batuk. Saya juga sering khawatir dengan para pengendara motor tanpa masker yang selalu menghirup gas2 beracun itu...

Sebagai gambaran, CO (karbon monoksida) gas sisa pembakaran ini memiliki daya afinitas (daya ikat) yang sangat kuat (beberapa ratus kali) terhadap haem (bagian dari zat merah darah:haemoglobin) yang fungsinya mengikat O2 di paru2. Olehkarena itu bila udara kita penuh dengan CO, maka jumlah Co di paru-paru bisa lebih banyak dari O2, karena O2 kalah dalam mengikat Hb. CO jadi menganti O2 dan dapat membentuk senyawa mantap, artinya Hb tidak dapat melepaskan CO, lalu CO dibawa ke jarinngan2 tubuh sehingga organ2 menjadi kekurangan O2.

Asap sisa pembakaran juga merupakan zat karsinogen, yaitu zat pencetus kanker. Zat karsinogen dapat mengubah sel sehingga sel itu dapat berlipat ganda terlalu cepat. Awalnya bisa terjadi tumor. Tumor ini bila sudah bermetastasis (menyebar) maka akan menjadi tumor ganas atau kanker. Terjadinya metastasis ini dikarenakan sel T pembantu kita yang merupakan bala tentara tubuh kita tidak merespon.  Lazimnya setiap benda asing yang muncul akan dihancurkan, tapi pada kasus kanker tidak memicu sistem kekebalan tubuh kita ini.

Untuk mencegah terjadi bahaya dari zat sisa pembakaran yang merupakan radikal bebas ini, para ahli kesehatan menyarankan untuk menkonsumsi antioksidan setiap hari. Banyak orang yang mengira antioksidan ini mahal, padahal  teh dan kacang kedelai merupakan antioksidan yang murah yang mudah kita dapati.

Saya sangat berharap adanya kesadaran masyarakat akan bahayanya zat sisa pembakaran ini. Ga hanya ada pada rokok atau asap kendaraan bermotor, tapi juga pada makanan yang suka kita bakar dalam cara pengolahannya...


(comment on this)

8:41 am - Wadoow Batuk aja euuuy!
Kesejahteraan suatu bangsa mungkin bisa dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan perkapita serta angka harapan hidup warga negaranya.

Pada tahun 1990 usia harapan hidup penduduk indonesia berkisar pada umur 62 tahun. Sedangkan Malaysia di atas usia 70 tahun. INi berarti rata2 penduduk Indonesia menutup masa hidupnya pada usia 62 tahun sedangkan Malaysia usia 70 taun. Jika kita liat kebelakang, ternyata bangsa China pada masa pemerintahan kaisar kuning (Huang Ti Neicing/ huaa nulisnya lupa) memeiliki penduduk dengan life span yang lebih lama, lebih dari 100 tahun! Apakah yang mendasari lamanya usia hidup suatu bangsa?

Menurut saya, yang pasti kualitas hidup penduduk dipengaruhi oleh gaya hidup serta lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Bangsa China pada masa itu selalu hidup harmonis dengan alam. Mereka menyusaikan hidupnya dengan alam, misalnya:  tidur cepat di malam hari dan bangun cepat di pagi hari ,tidak menantang alam (ga nantangin angin contohnya), menjauhkan diri dari stress (apalagi TBC :D), dan yang pasti udara di sekitar mereka masih bagus untuk dihirup.

Bandingkan dengan kita. Kita terlalu banyak stress (susah tawakal), makan ga bener, istirahat kacau, tidur suka begadang, bangun tidur suka siang, dan kualitas udara kita penuh dengan polusi!

Pengalaman saya yang sehari-hari harus mondar mandir turun naik kendaraan umum dan tentu saja selalu menghirup gas sisa pembakaran baik dari asap kendaraan bermotor maupun asap rokok yang selalu mengepul di kendaraan umum merasakan penurunan fungsi paru2, yaitu dengan mudahnya saya terserang batuk. Saya juga sering khawatir dengan para pengendara motor tanpa masker yang selalu menghirup gas2 beracun itu...

Sebagai gambaran, CO (karbon monoksida) gas sisa pembakaran ini memiliki daya afinitas (daya ikat) yang sangat kuat (beberapa ratus kali) terhadap haem (bagian dari zat merah darah:haemoglobin) yang fungsinya mengikat O2 di paru2. Olehkarena itu bila udara kita penuh dengan CO, maka jumlah Co di paru-paru bisa lebih banyak dari O2, karena O2 kalah dalam mengikat Hb. CO jadi menganti O2 dan dapat membentuk senyawa mantap, artinya Hb tidak dapat melepaskan CO, lalu CO dibawa ke jarinngan2 tubuh sehingga organ2 menjadi kekurangan O2.

Asap sisa pembakaran juga merupakan zat karsinogen, yaitu zat pencetus kanker. Zat karsinogen dapat mengubah sel sehingga sel itu dapat berlipat ganda terlalu cepat. Awalnya bisa terjadi tumor. Tumor ini bila sudah bermetastasis (menyebar) maka akan menjadi tumor ganas atau kanker. Terjadinya metastasis ini dikarenakan sel T pembantu kita yang merupakan bala tentara tubuh kita tidak merespon.  Lazimnya setiap benda asing yang muncul akan dihancurkan, tapi pada kasus kanker tidak memicu sistem kekebalan tubuh kita ini.

Untuk mencegah terjadi bahaya dari zat sisa pembakaran yang merupakan radikal bebas ini, para ahli kesehatan menyarankan untuk menkonsumsi antioksidan setiap hari. Banyak orang yang mengira antioksidan ini mahal, padahal  teh dan kacang kedelai merupakan antioksidan yang murah yang mudah kita dapati.

Saya sangat berharap adanya kesadaran masyarakat akan bahayanya zat sisa pembakaran ini. Ga hanya ada pada rokok atau asap kendaraan bermotor, tapi juga pada makanan yang suka kita bakar dalam cara pengolahannya...

Duh mangkanya jangan pada ngerokok atuuuh, daku jadi suka batuk niiih uhuk uhuk

(comment on this)

8:41 am - Wadoow Batuk aja euuuy!
Kesejahteraan suatu bangsa mungkin bisa dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan perkapita serta angka harapan hidup warga negaranya.

Pada tahun 1990 usia harapan hidup penduduk indonesia berkisar pada umur 62 tahun. Sedangkan Malaysia di atas usia 70 tahun. INi berarti rata2 penduduk Indonesia menutup masa hidupnya pada usia 62 tahun sedangkan Malaysia usia 70 taun. Jika kita liat kebelakang, ternyata bangsa China pada masa pemerintahan kaisar kuning (Huang Ti Neicing/ huaa nulisnya lupa) memeiliki penduduk dengan life span yang lebih lama, lebih dari 100 tahun! Apakah yang mendasari lamanya usia hidup suatu bangsa?

Menurut saya, yang pasti kualitas hidup penduduk dipengaruhi oleh gaya hidup serta lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Bangsa China pada masa itu selalu hidup harmonis dengan alam. Mereka menyusaikan hidupnya dengan alam, misalnya:  tidur cepat di malam hari dan bangun cepat di pagi hari ,tidak menantang alam (ga nantangin angin contohnya), menjauhkan diri dari stress (apalagi TBC :D), dan yang pasti udara di sekitar mereka masih bagus untuk dihirup.

Bandingkan dengan kita. Kita terlalu banyak stress (susah tawakal), makan ga bener, istirahat kacau, tidur suka begadang, bangun tidur suka siang, dan kualitas udara kita penuh dengan polusi!

Pengalaman saya yang sehari-hari harus mondar mandir turun naik kendaraan umum dan tentu saja selalu menghirup gas sisa pembakaran baik dari asap kendaraan bermotor maupun asap rokok yang selalu mengepul di kendaraan umum merasakan penurunan fungsi paru2, yaitu dengan mudahnya saya terserang batuk. Saya juga sering khawatir dengan para pengendara motor tanpa masker yang selalu menghirup gas2 beracun itu...

Sebagai gambaran, CO (karbon monoksida) gas sisa pembakaran ini memiliki daya afinitas (daya ikat) yang sangat kuat (beberapa ratus kali) terhadap haem (bagian dari zat merah darah:haemoglobin) yang fungsinya mengikat O2 di paru2. Olehkarena itu bila udara kita penuh dengan CO, maka jumlah Co di paru-paru bisa lebih banyak dari O2, karena O2 kalah dalam mengikat Hb. CO jadi menganti O2 dan dapat membentuk senyawa mantap, artinya Hb tidak dapat melepaskan CO, lalu CO dibawa ke jarinngan2 tubuh sehingga organ2 menjadi kekurangan O2.

Asap sisa pembakaran juga merupakan zat karsinogen, yaitu zat pencetus kanker. Zat karsinogen dapat mengubah sel sehingga sel itu dapat berlipat ganda terlalu cepat. Awalnya bisa terjadi tumor. Tumor ini bila sudah bermetastasis (menyebar) maka akan menjadi tumor ganas atau kanker. Terjadinya metastasis ini dikarenakan sel T pembantu kita yang merupakan bala tentara tubuh kita tidak merespon.  Lazimnya setiap benda asing yang muncul akan dihancurkan, tapi pada kasus kanker tidak memicu sistem kekebalan tubuh kita ini.

Untuk mencegah terjadi bahaya dari zat sisa pembakaran yang merupakan radikal bebas ini, para ahli kesehatan menyarankan untuk menkonsumsi antioksidan setiap hari. Banyak orang yang mengira antioksidan ini mahal, padahal  teh dan kacang kedelai merupakan antioksidan yang murah yang mudah kita dapati.

Saya sangat berharap adanya kesadaran masyarakat akan bahayanya zat sisa pembakaran ini. Ga hanya ada pada rokok atau asap kendaraan bermotor, tapi juga pada makanan yang suka kita bakar dalam cara pengolahannya...

Duh mangkanya jangan pada ngerokok atuuuh, daku jadi suka batuk niiih uhuk uhuk

(comment on this)

8:33 am - Dari kisah Jika aku menjadi...
Kemaren sore secara tidak sengaja saya nonton acara Jika Saya Menjadi...nya TransTV. Memang sudah lama sekali saya tidak nonton dengan anteng acara TV.

Acara ini mungkin ditujukan untuk menyadarkan kita, baik si host juga penontonnya, tentang betapa beratnya perjuangan hidup di luar sana dan diharapkan kita bsia menghargai hidup...

Saat itu yang menjadi host adalah seorang mahasiswa tinggal di Bandung. Menurut pengakuannya, sebelum mengikuti acara ini, dia biasa nongkrong bersama teman2nya di cafe2, menghabiskan uang puluhan ribu, bahkan ratusan ribu untuk makan2 dengan mudahnya di sana. Si mahasiswa selama beberapa hari tinggal di rumah Pak Lili yang tinggal di daerah Majalaya (kalo ga salah) yang sehari2nya menjadi petani penggarap lahan milik orang lain, kuli pencari pasir, penggembala domba dll.  Kesimpulannya, pekerjaan apa saja yang penting halal akan ia lakoni demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Yang membuat si mahasiswa nyesek sedih adalah:
1. waktu dia membantu si bapak mencari pasir di sungai: susah dan capenya mengeruk pasir di sungai. udah gitu harus mengangkut pasir  beberapa kali ke rumah pembeli, padahal jarak antara sungai dimana pasir itu ditambang dengan rumah si pembeli jauh, menanjak,licin dan dia merasa capek berat karena berat pasir yang dibawanya itu kira2 20 kilogram! Lalu setelah selesai mengangkut pasir dia harus nyesek sedih lagi ketika tahu pasir yang susah ia dapatkan itu hanya dihargai 30 rebu! itupun harus dibagi 3 dengan orang yang membantu si bapak.

2. kalo si bapak dititipi domba, ia sangat amanah sekali merawat domba2 itu: dimandikan (sampe bagian belakang domba aja bener2 digosok pake tangannya!), dikasih makan, dll. Dan tahukan saudara2, berapa rupiah kah si bapak dibayar dengan pekerjaan yang tidak enteng ini? ternyata ia hanya dibayar sebesar serebu perak sehari untuk satu kambing! Si mahasiswa membayangkan uang seribu buat dia tidak ada harganya sama sekali....

Pak Lili adalah hanya satu dari sekian juta saudara kita yang hidup susah tapi hidup penuh dengan rasa syukur. Bagaimana dengan kita? Mampukah kita hidup sederhana di atas gelimpangan harta kita?

(comment on this)

Thursday, December 4th, 2008
7:44 pm - Sbenarnya kita bisa berubah

Daku pernah punya pengalaman yang sangat berkesan di Mojokerto. Waktu itu ceritanya aku menemani temanku yang jadi perawat di sebuah RS swasta di sana. Saking berkesannya, daku kirim sms ke ortu murid menceritakan peristiwa itu. Eh ternyata ceritaku itu membuat panik ortu murid. Di sangkanya daku yang masuk ICU. Kena marah deh daku ma orang rumah. SOalnya ibu na murid konfirmasi nelepon ke adikku, ngabarin daku masuk ICU! :D

Kalo nelepon NUr, temanku yang perawat ini, aku pasti lupa menanyakan kondisi pasien parah di ruang ICU itu. Wah ternyata kata Nur sang pasien sudah bisa normal berjalan lagi. Namun tidak 100 persen, karena sekarang sang pasien jadi emosional, gampang tersinggung, cepat marah , dll. Mungkin cedera di kepalanya telah mempengaruhi sistem limbic-nya.

Kalo tidak salah, sistem limbik ini yang memberikan sentuhan emosi terdalam pada diri kita. Contoh lain yang mempengaruhi emosi  adalah korpus callosum yang pada wanita lebih tebal(katanya loh, blm konfirmasi dosen anatomi nih). Jadi, ternyata struktur ini bisa mempengaruhi keadaan emosi wanita jadi lebih emosional. Jadi kesimpulan saya, otak mempengaruhi keadaan emosi seseorang.

Kalo dikaitkan dengan emosi, berarti orang arab struktur otaknya beda dengan yang lain, lebih tebal korpusnya, dll.  Karena mereka terkenal keras, dan mungkin karena jaman dulu banyak yang bejat maka para nabi diturunkan di sana. Ya selain keadaan wilayahnya yang keras, serta makananya juga panas (daging kambing) bisa jadi kan struktur anatomi otak juga membawa andil dari segala kekerasan di sana. Tapi ternyata, Allah telah membuktikan seorang Umar bin Khatab yang trkenal keras, bisa memiliki hati yang lembut ketika bisa menundukkkan hatinya patuh pada-Nya. 

Bagaimana pun strukturnya otak kita atau badan kita, kalo mau berubah ya bisa. Inilah salah satu keistimewaan penciptaan Allah. Karena Allah menciptakan kita ini bisa surpass dari kemampuan kita yang banyak kekurangannya.

Btw, Ternyata pangkal paha kita ini sebenarnya diciptakan bisa berputar ke semua arah loh, karena merupakan sendi putar seperti halnya bahu kita yang bisa kita putar-putar ke segala arah. Tapi kenapa kita ga bisa mengangkat kaki kita di samping kepala kita? Untuk split aja kita merasa kesusahan. Kenapa ga bisa? Nah, kenapa tuh? hehehe

(1 comment | comment on this)

Monday, April 14th, 2008
4:26 am - Kesedihan Bapak dan Ibu Kos
Setelah sekian kali pundah pindah kos, sebenarnya ada di antaranya dikarenakan tidak cocok dengan ibu kosnya. Bayangkan saja, masa aye dicuekin kalo bicara sama belio. Garing banget kan? Padahal diriku kan tinggal di situ bayar, bukan gratis yaa. Hingga akhirnya kutemukan sebuah kosan yang induk semangnya seperti ibuku sendiri. Tinggal diperantauan, apa sih yang paling membahagiakan selain mendapatkan teman2 dan orang2 yang menganggap kita sebagai keluarganya? Alhamdulillah akhirnya kumenemukan ibu dan bapak Mustakim. Ortuku di Bogor pun seneng banget ketika kulaporkan tentang temuan ini...

Saking care-nya Bapak dan Ibu Mustakim sama anak2 kosnya, belio sampe rela sering memasak makanan buat anak2 angkatnya ini. Padahal anak kos si ibu banyak loooh. Mana masaknya sendirian lagi.. Terus masakannya juga enak2 lagi. Diriku sampe mo dibuatin resep masakan jawa. Jaga2 kali aja suatu saat buka warung nasi masakan khas jawa katanya Ibu.

Bapak dan Ibu Mustakim melewati masa kecil dan muda dengan penuh keprihatinan. Makanya sejak masih kecil Ibu dan bapak sudah harus mencukupi kebutuhannya dan keluarganya. Ibu jualan pakaian bekas. Ngider dari rumah ke rumah. Sedangkan Bapak kalo ga salah kerja di kebun. Dari situlah akhirnya si Bapak bisa meniti bisnis bunganya.

Ibu pernah cerita, dulu Ibu dan Bapak beli kios bunga di pasar bunga dengan modal menjual barang2 yang ada di rumah, termasuk rak piring. Alhamdulillah dari kios kecil itu usaha berjalan lancar. Bahkan akhirnya Bapak malah bisa mengembangkan usaha dengan belajar sendiri seni tata taman. Banyak institusi pake kerjaanya Bapak. Karena kerjaanya Bapak memuaskan konsumennya. Maka berubahlah kehidupan ekonomi Bapak dan Ibu setelah itu ke arah yang jauh lebih baik. Walaupun sekarang sudah sepuh kedua orang tua angkatku ini tidak pernah berenti berkarya dan berusaha.

Akhir2 ini aku selalu tidak melihat ibu di ruangannya. BIasanya kalo magrib Ibu dan Bapak pulang dari pasar, lantas menyediakan waktu buat ngobrol dengan anak2 kosnya. Udah lama saya ga ngobrol sama ibu...

Terakhir Bapak kena musibah karena jatuh dari kamar mandi, terkena keramik yang patah. Akhirnya kaki Bapak harus dijahit beberapa jahitan. Ketika kutanya kenapa bisa jatuh, ternyata saat itu Bapak sedang melamun, sedang sedih, karena ada anak kosnya yang sampe saat ini tidak bertegur sapa dengan belio. Begitu pula ibu. Kulihat wajah sedih di wajah kedua orang tua yang penuh cinta ini.

Aku sangat berharap, anak kos yang pernah akan menjadi menantunya ibu dan bapak bisa berbaik hati menyapa ibu dan bapak. kasian mereka menahan kerinduan yang mendalam terhadap calon mantu (yang entah jadi apa ngga). Sebenarnya bagi belio berdua, masalah anak kos yang mereka sayangi ini jadi menantu apa ngga udah ga jadi soal. Masalahnya adalah... mereka kangen... Bagi mereka Si anak kos itu sudah bukan orang lain. Tapi sudah seperti anaknya sendiri...

Ingin rasanya kuungkapkan kepadanya,
 "Wahai temanku, apa yang sedang kau cari sekarang? Sudah jelas kebahagian di depan matamu: laki2 yang soleh, calon mertua yang begitu penyayang.... Kenapa kau sia2kan? Orang lain di luar sana belum tentu seperti mereka yang begitu tulus mencintaimu. Kalo ada salah2 dari mereka itu mah wajar banget. Tinggal buat MoU aja atuh... insyaAllah masalah bisa cair...jangan dipersulit ya... please open ur heart for Ibu dan Bapak.Mereka itu ibu dan bapak kita juga... yuk kita ciumi tangannya....insyaAllah hidup kita barakah.... T_T

(comment on this)

Sunday, March 30th, 2008
6:38 am - lagi nyari pasien (pls help me)
halo temen2. apa kabar? skrg diriku udah ada di malang lagi.
barangkali ada yang bersedia menjadi pasienku. atau ada tetangga atau sodara yang menderita peyakit di bawah ini.
terapi setiap hari selasa atau sabtu, jamnya blm ditentukan. minimal bersedia diterapi sebanyak 6 kali. nanti akan dijemput naik motor ke kampus akademi akupunktur medis.

kasus2 yang lagi dicari:
rematik
nyeri pinggang
facial paralysis (lumpuh muka)
migrain
insomnia
prostatitis
gejala sisa stroke
mata merah
sinusitis
bronchitis
asma
hipertensi
aritmia (gangguan irama jantung: bisa berdetak cepat/lambat)
maag
alergi makanan
konstipasi (sembelit)
penyakit gula (DM)
gatal2
herpes
jerawat (ini sih daku juga bisa heheh, tapi masa sih nusuk sendiri? hihihi)
menstruasi tidak teratur
sterility
poliomyelitis
tobacco addiction
alcoholism

bagi yang merasa punya keluhan penyakit spt di atas, tolong yaa no telp nya ditinggal. lewat PM aja ya...nanti saya hubungi.
makasih banget loooooh


(2 comments | comment on this)

Monday, March 10th, 2008
10:10 pm - Nongton AAC
Detik-detik belajar bersama Fakhri berakhir, muridku yang sekarang udah kelas 1 SMP ini langsung ngidupin komputernya. setelah selesai ngerjain soal latihan, langsung deh kita berdua berselancar.  tentu saja situs 21 adalah situs utama yang dia. Aku jadi inget sama film AAC. Yuan, temen sekampusku dulu, ngomporin aku supaya nonton film itu. Dia sih udah nonton sama istrinya. Katanya bagus.

Lalu otakku meng-search sasaran yang bisa diculik buat nemenin aku nongton. Yang keluar adalah Dini tmenku yang pindah dari Malang. Kebetulan rumahnya deket dengan rumah Fakhri.

Akhirnya daku, dini dan mbak ayun, kakaknya dini kebagian bangku no 2 dari depan. wah pusing juga ya deket2 layar lebar. waktu film ekstra (kuntilanak 3) diputer dini ga bisa diem. kasian, doi berusaha mencari posisi mata yang enak buat nongton.

waktu film udah nyampe ke adegan 3 wanita kelepek2 karena ditinggal nikah sama Fahri, dini tiba2 noleh ke arahku sambil nyengir, "Loe jangan kayak gitu ya Is!". yang ditanya cuman bisa nyengir, tanda ga janji deeeh...

karena kita betiga ga ada yang udah baca buku AAC, jadi ga ada satupun dari kita yang merasa tidak puas. buat saya sih nonton AAC sebagai jalan pintas untuk mengetahui isi buku yang sudah membuat gegap gempita para pembacanya.

terlepas dari pro dan kontra, buat saya sih, film ini tetep harus kita hargai untuk mengkanter semua film mistis yang sering diputar bioskop2 tanah air. Bayangkan saja sampe ada kuntilanak 3, pocong 3. berarti banyak tuh peminat film macam itu....
yaah walaupun dengan nonton film ini, berarti kita telah membuat Punjabi bersaudara bertambah kaya..

mangkanya atuh sok geura pada kontra-tor pada jadi sineas dong, supaya film2 sesuai dengan yang Anda harapkan.


(comment on this)

> previous 20 entries
> top of page
LiveJournal.com